Sabtu, 18 Januari 2014

PETA ANALISIS BANJIR SUBANG


Peta ini hasil analisis banjir Kab. Subang dari data bulan Januari 2013. Dari hasil analisis saya, didapatkan zona-zona banjir terakumulasi pada topografi yang lebih rendah dari sekitarnya (area lembahan) yang dekat dengan area pertemuan 2 aliran sungai (junction) dan area belokan sungai (meandering). Kedua area tersebut (junction&meandering) merupakan area potensi terjadi luapan sungai ketika volume dan debit air melebihi kapasitas sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penyempitan lebar sungai di sekitar pemukiman.


Area tangkapan air (catchment) yang berada di sekitar Desa Kadawung, Chambulu, Karangmukti, Wantilan, dan Marengmang
yang merupakan hulu dari sungai-sungai di Kabupaten subang ini sebagian besar merupakan area pesawahan tadah hujan dengan vegetasi yang sangat minim bahkan tidak ada. Jenis catchment seperti ini ketika terjadi hujan deras yang cukup lama, menyebabkan akumulasi air akan langsung disalurkan ke sungai-sungai bertipe dendritik tersebut tanpa ada area resapan air yang baik di area hulu karna tidak adanya vegetasi (pohon-pohon) yang dapat berfungsi sebagai area resapan air.

Kurangnya area resapan akan menyebabkan tingginya proses sedimentasi di sepanjang aliran sungai sehingga proses pendangkalan akan cepat pula. Material Sedimen sungai (pasir&lempung) biasanya terakumulasi pada area meandering sungai sehingga area ini biasanya mengalami akumulasi sedimen yang lebiih banyak dibanding area sungai lainnya. Maka sangat penting untuk menjaga area meandering tetap memiliki lebar sungai yang cukup luas untuk mengakomodasi penumpukan sedimen tersebut. Ketika area menadering ini dijadikan area pemukiman, maka akan menambah sempit lebar zona meander sungai akibat tempat buangan sampah dan lainnya. Padahal area belokan sungai (meandering) merupakan area potensial terjadinya luapan sungai ketikan volume dan debit air melebihi kapasitas sungai, maka tidak heran pemukiman disekitar area meandering akan mengalami kebanjiran.

Tipe sungai di Kab. Subang bagian utara ini sebagian besar bertipe dendritik, sehingga akan banyak zona pertemuan 2 aliran sungai (junction) yang juga merupakan area potensi luapan sungai. 


Dari peta persebaran zona-zona potensi banjir, terlihat bahwa potensi banjir berada pada area-area belokan sungai (meandering) dan area pertemuan 2 aliran sungai (junction) yang dekat dengan pemukiman warga. Selain itu zona potensi banjir juga terakumulasi pada area lembahan atau area dengan topografi yang rendah dibanding area sekitarnya. Hal ini terjadi karena ketika luapan sungai terjadi pada area junction dan meandering, maka luapan air akan mengalir ke area yang lebih rendah (lembahan) yang kemudian air tersebut terakumulasi disana dan terjadilah banjir.

Adapun solusi agar banjir ini tidak lagi terjadi adalah sebagai berikut:
  1. Lakukan perombakan area pertemuan dua sungai (junction) menjadi aliran yang searah (tidak tegak lurus), sehingga tidak akan terjadi penahanan aliran sungai satu oleh aliran sungai lainnya yang berakibat pada pembalikan aliran sungai. Selain itu perlu dilakukan pelebaran pada area junction tersebut karna pada area ini terjadi pertemuan 2 sungai yang berarti terdapat penjumlahan dua debit air, yang mana semakin besar luas penampang sungai akan memperlambat kecepatan dari laju aliran sungai seperti berlaku pada persamaan berikut : v = Q/A dimana v = kecepatan rata-rata aliran sungai, Q = debit, dan A = luas penampang. 
  2. Hindari penggunaan aliran sungai terutama pada area belokan sungai (meandering) sebagai tempat pembuangan sampah dan lakukan pelebaran pada zona meandering tersebut. 
  3. lakukan penghijauan dan pelebaran area resapan air di sepanjang aliran sungai untuk mengurangi potensi luapan air dan mengurangi proses sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai. 








Selasa, 22 Januari 2013

Harapan (1)

Sore itu angin kemarau berhembus semilir mengaduk hamparan kelakar daun kering yang berserak penuh di jalanan. Tak jarang daun kering yang baru jatuh dari pohonnya, menerpa tubuhnya yang sedang berjalan pelan menyusuri jalanan itu. Waktu itu memang puncak musim kemarau. Dan jalan ini memang diteduhi oleh rindangnya pohon mahoni  dan sawo belanda yang kini meranggas karena kemarau. Lelaki bertubuh kurus dengan postur tidak begitu tinggi (sekitar 169 cm) ini sesekali tersenyum menikmati pemandangan sore itu. Dia mengenakan tas selendang berwarna coklat, sedikit lusuh dan ditempeli beragam pin. Alisnya yang agak tebal sesekali mengernyit ketika mendengar lagu dari headset mp3 player yang dipakainya melantunkan lagu yang tidak begitu dia sukai. Lalu dengan pelan dia pencet mp3 playernya untuk mengganti lagu berikutnya. Lelaki berambut lurus ini terus berjalan dengan perasaan begitu tenang dan damai melihat kuning keemasan hamparan daun kering yang terterpa tembusan cahaya matahari sore dari celah-celah ranting pepohonan yang begitu indah. Sepatu Airwalk star low berwarna hitam yang dikenakannya berulang kali menyapu dedaunan kering itu, dan menciptakan gemerisik suara yang berpadu syahdu dengan hembusan angin sore itu. Jalan ini memang sepi kendaraan karena memang merupakan jalanan kampus Universitas Gadjah Mungkur  yang tidak dibuka untuk akses umum. Sore itu Daffa menuju kostnya sehabis kuliah  yang cukup melelahkan baginya. Setelah tujuh jam kuliah dengan beragam rumus yang membuat kepalanya jenuh dan hampir meledak, akhirnya dia bisa berelaksasi mendengarkan lagu-lagu ditemani pemandangan sore itu.
Sejenak ia memelankan jalannya, karena terlihat di depannya berjalan anggun seorang perempuan berjilbab panjang  yang sering kali berpapasan dengannya di jalan itu. Sore itu hari jumat, dan selalu Daffa berpapasan dengan gadis itu di hari yang satu ini. Tanpa sadar Daffa tersenyum tipis karena mulai terpesona oleh indahnya wajah bersih perempuan berjilbab itu. Pelan-pelan hatinya mulai mengagumi gadis itu. Terkadang terbersit dihatinya untuk sekedar menyapa dan tersenyum padanya, namun tidak pernah dia lakukan karena terkunci rapat mulut dan merasa kelu lidahnya ketika bertemu dengan gadis itu. Lalu semuanya berlalu, dan dia hanya bisa terrsenyum.
............................

”Pa, hayu ah urang joging di BSP?” Asep teman SMAnya di Bandung  yang kini merantau ke JOgja bersamanya mengajak Daffa setelah membuka pintu kamar kost Daffa dengan kostum olahraga lengkap. ”mhhhhh....,gah ah aku isih ngantuk je...” Daffa menjawab dengan suara parau karena masih berselimut di kasurnya. Dia memang sering menggunakan bahasa jawa karena sudah hampir 3 tahun di Jogja. ”jiah...ayolah...,mumpung masih isuk! Rame iki...,okeh wedoke lho, sambil cuci mataaa,hahaha.” Asep yang bersebelahan kost dengan Daffa mencoba merayu. ”hoaaahhh...,iya iya, ke heula atuh. Ya udah tungguin, aku cuci muka dulu.” Daffa menjawab sambil bangkit dari kasur kesayangannya dan menuju kamar mandi. Tidak tega menolak ajakan teman karibnya yang sudah siap tempur dengan kostum lengkapnya, daffa mengiyakan ajakan Asep. Dia memang sering tidur lagi setelah solat subuh, dan bangun siang pada hari libur kuliah. Hari itu sabtu pagi, dan masih pukul 06:03 WIB. Setelah keduanya siap, mereka berangkat ke BSP berjalan kaki, karena memang tidak terlalu jauh jarak kostnya ke BSP. BSP (Brahma Sabha Pramana) adalah gedung serbaguna (seperti sabuganya ITB) yang digunakan untuk upacara penerimaan maba dan tempat acara  wisuda  mahasiswa UGM. Meski sering pula disewakan  untuk acara mantenan dan acara-acara lainnya. Gedung ini berbentuk JOGLO (rumah tradisional Jogja) dengan warna dominan merah. Apabila dilihat dari depan gerbang bunderan UGM pada saat cuaca cerah, akan terlihat landscape indah kenampakan taman rumput hijau yang diapit jalan dengan ujungnya Gedung BSP, dan ke utara lagi tampak sejajar gunung Merapi yang menawan.  Di depannya BSP, terdapat lapangan yang luas dengan undakan amphiteater menghadap selatan yang sering digunakan muda-mudi sekedar nongkrong atau pacaran, sambil menikmati pemandangan lapangan hijau yang  sering digunakan mahasiswa untuk berolah raga, sekedar jogging, main bola, latihan bela diri, dan kegiatan UKM lainnya. Dan di sekelilngnya terdapat taman dengan jalan-jalan kon blok yang merupakan trek favorit mahasiswa untuk berjogging ria.
sesampainya di BSP, Daffa dan Asep langsung melakukan pemanasan di bawah pohon sawo belanda yang memang cukup banyak menghiasi area ini. Keduanya berada di sebelah barat laut gedung BSP yang merupakan sudut favoritnya untuk pemanasan sebelum jogging di mulai. ”tuh kan rame tha...? tak kandani ok.” Asep berseloroh sambil tersenyum kegirangan.”Lha kon iku tujuane opo tha rek? Adek jogging apa neangan awewe..?! Hadeuuh, parah...” Daffa balik bertanya tanda protes. Terkadang ia juga menggunakan logat jawa timuran karena terpengaruh teman se-jurusannya yang cukup banyak orang  jawa timurnya. ”Lha mboten nopo-nopo tha mas..., kan  menyelam sambil minum air..,hahaha. Hayu ah...!” Asep membela sambil mulai berlari kecil mengajak daffa mulai jogging. Kemudian mereka mulai jogging dan mengitari jalanan di sekitar gedung BSP.  Belum sampai satu putaran, mata Daffa menangkap sesosok perempuan yang tidak asing di depannya, perempuan berjilbab biru dan mengenakan jaket sporty putih dengan strip hitam dilengannya dan bawahan training biru langit, sedang berlari kecil berlawanan arah dengannya. Dia terlihat cantik dengan balutan busana agak berbeda dari biasanya, namun masih menutup sempurna auratnya. Daffa hanya bisa menganga terpana karena perempuan itu adalah orang yang sering dia jumpai di jalan itu. Perempuan yang setiap jumat sore berpapasan dengannya sepulang kuliah. Dia mulai tersenyum tipis dan hatinya terasa lapang, karena sebenarnya dia sudah berharap hal ini terjadi. Hal dimana dia bisa kebetulan bertemu dengan perempuan berjilbab dan berwajah jernih ini di BSP. ”woi!!! Kenapa ai kamu? Jogging kok sambil melamun..,hahaha” Asep menghentak menyadarkan kesadaran daffa yang sedikit melayang beberapa detik setelah berpapasan dengan perempuan itu. ”Ah nteu...” Daffa menjawab gelagapan. Di putaran kedua dia menatap perempuan itu sejak masih jauh terlihat di depannya. Ketika semakin mendekat, Daffa semakin tidak bisa melepaskan pandangannya dari makhluk cantik itu. Dan ketika jaraknya hanya 10 langkah darinya, perempuan itu melihat daffa, dan bertemulah kedua mata mereka. Perempuan itu menyadari Daffa menatapnya tanpa rela sedikit pun berpaling dari keindahan paras ciptaan yang Maha Sempurna itu. Perempuan itu tersenyum manis padanya dan sedikit mengangukan kepalanya pada Daffa. Daffa dengan kikuk membalas senyum dan anggukan itu. Hatinya mengembang, lalu terasa ingin meledak, namun ia merasa sangat lapang untuk bernapas. Kakinya mulai memelan mengayun, lalu terasa setiap sendinya terberai tak beraturan kesana kemari dan berasa seperti ingin berlutut. Lalu ia seperti di beri semangat luar biasa untuk berlari, dan mulai berlari mengejar Asep yang sudah berada jauh di depannya. Hatinya seperti mendapat harapan berarti yang tersimpan jauh di sudut hatinya. Dia begitu bahagia karena akhirnya perempuan itu mengenalinya, karena seringnya berpapasan dengannya di jalan itu. Di jalan yang dipenuhi kelakar daun kering.  

Gambar GSP UGM
.............................

Jumat, 18 Januari 2013

Analisis Penyebab Banjir di Dusun Bugel Ds. Pringkasap Kec. Pabuaran Subang

Warga Kp. Bugel Ds.Pringkasap kec. Pabuaran Kab. Subang mencoba peruntungan rizki dengan menjala ikan disekitar pekarangan rumahnya disaat bencana banjir melanda area tersebut sore ini (18/01/13). Banjir ini terjadi lagi setelah pernah terjadi puluhan tahun yang lalu. Bisa diperkirakan hal ini merupakan siklus banjir yang terjadi di area tersebut.

 Dari analisis saya dalam hal geomorfologi, area perbatasan Krajan-Bugel merupakan area cekungan dimana secara garis kontur merupakan area dengan topografi terendah (lembahan) yang tentunya rentan terhadap bencana banjir. Selain itu Kp. Bugel hingga krajan-Pringkasap dilewati oleh aliran sungai tadah hujan (selokan) yang memiliki hulu di area Pasirangin dengan bentang alam berupa pesawahan tadah hujan yang berfungsi sebagai area tangkapan air hujan (Catchment). Sehingga selokan ini berfungsi sebagai penyalur air dari Catchment Pasirangin jika terjadi banjir atau penumpukan air di area pesawahan Pasirangin yang secara topografi merupakan area dataran rendah. Selokan tersebut alirannya sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya curah hujan yang terjadi, sehingga sangat penting fungsinya sebagai pengontrol aliran air hujan, selain tentunya sebagai penyuplai pengairan area pesawahan di daerah tersebut.

Perbatasan Krajan-Bugel juga dekat dengan pertemuan 2 sungai (Junction) antara selokan dan Sungai Cijengkol. Aliran selokan ini bertemu dengan aliran sungai yang lebih besar, sungai Cijengkol di Jembatan Warudoyong. Sungai Cijengkol merupakan aliran sungai yang alirannya dipengaruhi curah hujan. Sehingga baik Sungai Cijengkol maupun selokan akan dipenuhi air ketika curah hujan tinggi. Aliran air dari selokan pada area junction, memotong tegak lurus aliran sungai Cijengkol. Hal ini menjadi salah satu penyebab pula dari bencana banjir tersebut. Ketika curah hujan tinggi, maka baik Sungai Cijengkol maupun selokan akan dipenuhi air dengan debit air yang besar dan arus yang cukup kuat. Karena Sungai Cijengkol memiliki volume dan debit air yang lebih besar dari pada selokan, maka pada area Junction yang alirannya tepat memotong tegak lurus aliran sungai Cijengkol akan terjadi pembalikan arus dari aliran selokan. Hal ini terjadi karna arus, debit dan level air selokan yang lebih rendah dari sungai Cijengkol, tidak mampu menembus dan masuk kedalam aliran sungai Cijengkol. Dengan adanya sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yg lebih rendah, maka aliran selokan dari hulu (Pasirangin) dan aliran arus balik selokan dari area junction (Jembatan Warudoyong) akan terakumulasi di area dengan topografi terendah, yaitu di perbatasan Krajan-Bugel. Alhasil terjadilah bencana banjir di area tersebut.


Adanya pendangkalan dan penyempitan aliran selokan juga menjadi penyebab utama banjir terjadi. Banyaknya belokan sungai pada selokan yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, menambah proses penyempitan dan pendangkalan sungai Selokan menjadi lebih parah. Salah satu contohnya adalah belokan sungai selokan dekat tempat penggilingan padi Kp. Bugel. Area belokan sungai ataupun meander merupakan salah satu area penumpukan dan pengendapan sedimen sungai yang kita kenal dengan istilah point bar. Sehingga area pada bagian sungai tersebut memiliki waktu penyempitan dan pendangkalan sungai yang lebih cepat dibanding bagian sungai yang lainnya. Ketika area belokan ini dijadikan tempat pembuangan sampah maka akan semakin mempercepat lagi proses penyempitan dan pendangkalannya. Hal ini harus dihindari, karna seharusnya pada area belokan sungai memiliki lebar sungai yang lebih besar dibandingkan dengan area lainnya. Sehingga memiliki ruang yang cukup untuk menampung sedimen sungai (point bar) yang terendapkan di area ini. Disamping itu area belokan sungai dan meander merupakan area terjadinya luapan sungai jika volume air lebih besar dari pada volume sungai.

Sungai Cijengkol memiliki catchment berupa area pesawahan tadah hujan (Karangmukti, Kadawung,  Kosar dan Marengmang) yang artinya untuk daerah hulu tidak memiliki area resapan. Hal tersebut menjadikan sedimen (soil, lempung dan pasir) yang terbawa arus air menjadi cukup banyak, yang berakibat pada tingginya proses sedimentasi di sepanjang aliran sungai tersebut. Maka salah satu kontrol sebagai area resapan adalah disepanjang aliran sungai Cijengkol tersebut. Jika dilihat dari citra satelit, daerah bantaran sungai Cijengkol di sekitar Dsn. Bugel memiliki vegetasi yang sedikit yang berarti memilki area resapan yang minim untuk dapat mengontrol aliran sungai Cijengkol di area tersebut. Hal ini menjadi penyebab terjadinya luapan air di area tersebut, terutama pada area meander dengan sedikit vegetasi (pepohonan) yang berfungsi sebagai area resapan air.

Bentuk junction atau pertemuan selokan dengan Sungai Cijengkol yang tidak melebar (sempit) juga turut andil dalam menyebabkan bencana banjir.

Besar-kecilnya area yang terendam banjir tergantung dari seberapa besar curah hujan yang terjadi dan seberapa baik kedua sungai tersebut dalam menampung aliran dan debit air yang ada. Selain itu juga keadaan topografi menjadi pengontrol utama suatu area akan terkena dampak banjir atau tidak. Jika dilihat dari pengamatan topografi, area Bugel memiliki topografi yang meninggi ke arah barat dan memiliki level terendah pada perbatasan Krajan-Bugel. Begitupun halnya untuk area sebelah utara Bugel dari perbatasan, memiliki topografi rendah yang rentan terhadap bencana banjir. Maka dibutuhkan kewaspadaan untuk warga di area tersebut terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada musim hujan ini.

 Adapun solusi agar banjir ini tidak lagi terjadi adalah sebagai berikut:

 1.Perbaiki dan lakukan pelebaran dan pengerukan aliran Sungai Selokan agar fungsinya sebagai sungai penyalur air dari area tangkapan air hujan (Catchment) dapat bekerja maksimal.

 2.Lakukan perombakan area pertemuan dua sungai (junction) menjadi aliran yang searah (tidak tegak lurus), yaitu baik aliran selokan maupun sungai Cijengkol berarah ke timur sehingga tidak akan terjadi penahanan aliran selokan oleh sungai Cijengkol yang berakibat pada pembalikan aliran selokan. Selain itu perlu dilakukan pelebaran pada area junction tersebut, karna pada area ini terjadi pertemuan 2 sungai yang berarti terdapat penjumlahan dua debit air, yang mana semakin besar luas penampang sungai akan memperlambat kecepatan dari laju aliran sungai seperti berlaku pada persamaan berikut : v = Q/A dimana v = kecepatan rata-rata aliran sungai, Q = debit, dan A = luas penampang.

 Penampang sebelm dan sesudah perombakan pada area junction

3.Hindari penggunaan aliran sungai terutama pada area belokan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
4. lakukan penghijauan dan pelebaran area resapan air di sepanjang aliran sungai Cijengkol untuk mengurangi potensi luapan air.


Analisis potensi banjir di Perbatasan Kp. Bugel dan Kp. Krajan, Ds. Pringkasap Kec. Pabuaran Kab. Subang 

 Warga bergotong royong memindahkan sepeda motor milik salah satu warga

Sumber gambar :
https://www.facebook.com/masjid.alikhlas.94?fref=ts
http://aditgeoholic.blogspot.com/2011_06_01_archive.html

Sabtu, 11 Juni 2011

Renungan untukku dan kawanku

Tahukah kawan...
Kita telah tersesat dalam gelagat pekat yang membuat mereka muak
Kau tahu ???!!!
Mereka seperti menghembuskan aroma penat karena tingkah kita
Lalu jeruji keraguan mendera setiap sendi-sendinya,
Dan mempertanyakan kelayakan kita

Ayolah......!
Sadari setiap desir darah dan nadi kita untuk kemenangan
Bukan keterpurukan karena terjebak kelalaian

Aku percaya...
Kau dan aku...
Bersama-sama kita pastikan bisa!!!
Bisa menaklukan buaian kemalasan yang tak henti mendera raga ini
Aku yakin kita mampu....
Mammpu menggebrak mereka yang slama ini meragukan kita!

Cobalah sejenak dongakkan kepalamu
Lalu nikmati setiap warna langit yang tak henti membiru
Dan resapi setiap siratan cahayanya dengan memejamkan mata
Dan yakinkan langit biru selalu mendukung kita
Langit luas selalu menyampaikan setiap harapan dan mimpi-mimpi kita
Kepada sang pencipta...
Kepada sang arsitektur alam semesta.

HARAPAN 2

Menjelang sore dia masih duduk di kursi itu. Layar leptop yang tampak hitam karena scren saver menandakan cukup lama tak ia sentuh. Lalu semburat keemasan yang semakin condong mengenai matanya yang menatap kosong. Dia terhenyak dan berkedip, lalu sedikit bangkit untuk menghindari cahaya matahari yang mengenai wajahnya. ”arghhhhh...” Daffa teriak pelan sambil mengangkat kedua tangannya seperti orang pemanasan sebelum olahraga. Suasana hatinya sedikit aneh. Semilir angin menerpa tubuhnya dari arah Hutan Kehutanan yang berada 20 meter di belakangnya. Pohon besar dengan daun berbentuk hati itu terbolak-balik daunnya mengikuti alunan arus angin hingga menciptakan gemeretak pelan lagu alam yang menenangkan. Sesekali suara kendaraan bermotor dari jalan Kaliurang di sebelah barat membuyarkan alunan lagu alam itu. Lalu Daffa melihat jam tangan silver yang dikenakannya. ”Dah jam 4 tha...” Sejenak Daffa memutarkan pandangannya setelah ia ’shut down’ notebooknya. Lalu ia tertarik untuk memperhatikan bangunan megah di depannya. Tiang bendera di tengah taman rumput dan pohon beringin besar beserta beberapa pohon cemara di taman sebelah timur dan barat di depan gedung ini menciptakan pemandangan cukup nyaman untuk lingkungan kampus. Terlintas di benaknya tentang bangunan yang diarsiteki oleh presiden pertama Republik Indonesia ini adalah sebagai tanda bukti sebagai ’Universitas perjuangan’ bangsa Indonesia. Satu kampus yang di bangun oleh bangsa sendiri, bukan peninggalan penjajah yang berdiri sejak jaman penjajahan Belanda dulu. Kampus yang berdiri empat tahun setelah Indonesia merdeka ini selalu menggembar-gemborkan dirinya sebagai ’Universitas Kerakyatan’ yang mengabdi kepada masyarakat kecil. Melihat fakta saat ini membuat Daffa tersenyum geli dengan pernyataan itu. Karena semuanya sangat berseberangan dengan kenyataan, ”Jauh api dari panggang”. Hah?? Itukan lirik lagu malaysia, UKS. ”Hahahaha.....” Daffa tertawa geli mengingat hal itu, ia tertawa sendiri membuat orang-orang disekitarnya menoleh padanya yang terkekeh sendirian tanpa sebab. ”kenapa tuh...?” tau stress kali” Orang-orang yang duduk di kursi dari tenda sebelah terdengar megomentarinya. Lalu Daffa merasa sangat malu, dan segera menghentikan tawanya. Samar terlihat seseorang dari balairung gedung Rektorat itu menuruni tangga menuju ke arahnya. ”woi...ngopo je ning kene?” Orang itu menyapa Daffa yang berdiri siap untuk pergi. ”Lha...kamu ngapain ke rektorat segala...? tumben...” Daffa balik bertanya pada orang itu yang ternyata Bayu teman sekelasnya di Geofisika. Jiaahhh..,ditanya kok malah balik nanya...,iki lho, jukut kertu KKN cung. Kowe wes ngambil po?”. ”Lha, urung iki...,nang ndi tha? Ayolah anter ngambil yuk...”. ”Welah.., mau di ejaki kok malah pergi..,yo wes, ayoo...”. ”iyo-iyo, lali aku mau...Yo wes yuk...”. Lalu keduanya menuju gedung Rektorat di depannya untuk mengambil kartu KKN Daffa.
Sampai di ruang tempat pengambilan kartu KKN, Daffa dan Bayu langsung masuk. Dan terlihat sudah ada mahasiswa lain sedang menunggu untuk mengambil kartu KKN. Tepatnya 2 orang mahasiswi berjilbab yang berdiri di depan dan membelakangi Daffa dan Bayu yang baru masuk. Tak terlihat Bapak petugas yang melayani kedua mahasiswi itu. ”Mau ambil kartu KKN juga mbak? Lha bapaknya kemana?” tanya Daffa pada salah satu mahasiswi itu. Lalu keduanya menoleh kearah Daffa. Dan......cesss (alah lebay...,hohoho), salah satu dari mereka adalah wajah gadis yang ia kenal. Wajah perempuan yang selalu membuat hatinya damai saat berpapasan di jalan itu. ”oh...iya mas, ini bapaknya lagi Solat, disuruh nunggu dulu.” Teman dari perempuan yang ia kenal menjawabnya. ”Oh gitu...” Lalu Daffa terdiam merasakan hatinya yang tercapur aduk tak merata, seperti bubur ayam yang teraduk hingga tak karuan antara potongan ayam, kerupuk, dan daun bawang yang tak bisa dibedakan dan tercampur dengan bumbunya. Namun terasa enak dan nikmat yang ia rasakan. Terbersit doa dihatinya agar bapak yang melayani pengambilan kartu ini tak pernah kembali, dan ia bisa berlama-lama dengan peremuan berjilbab ini. Hahaha...,sungguh hasrat yang aneh, pikirnya. ”masnya dari MIPA ya?” perempuan berwajah bersih itu bertanya pada Daffa. ”oh..,iya,kok tau? kenalin saya Daffa dari geofis...” Daffa menjawab agak gelagapan karena grogi sambil mengenalkan diri sambil menyodorkan tangan pada gadis itu. Gadis itu tersenyum manis sambil menelungkupkan kedua tangannya dan menjawab:” Iya, saya sering aja liat mas di kampus. saya Ima, dan ini fitri. Kami dari fisika” Fitri pun tersenyum dan menelungupkan kedua tangannya pada Daffa. ”oh iya...,itu kenalin juga Bayu” Daffa mengenalkan temannya sambil menunjuk Bayu yang duduk di kursi belakang ruangan ini, yang sejak awal tak tertarik dengan percakapan Daffa dan kedua mahasiswi itu. Bayu tersenyum dan mengangguk.

 Gedung Rektorat UGM

Kamis, 21 April 2011

MEMBINGUNGKAN

Entahlah...,kali ini aku enggan menyerah
Biarkan sgala rasa ini membeku kembali sepertinya tak bisa lagi
Dengan pelan aku berbisik pada imajinasi khayal
Aku yakin dia untukku...,

Sadarku semakin tersesat di sudut makna yang sungguh membingungkan
Aku menyesal dengan segalanya
Menyesal akan masa lalu yang berbeda asa dan kenyataan
Lalu dia adalah sgalanya bagiku
Lama tak jadi soal untukku mencintainya
Maka aku berkata lagi
Entahlah kawan...

Sungguh membingungkan
Seperti indah wajahmu yang tak pernah pudar dalam benakku
Bahkan terlihat semakin menarik
Melihatmu selalu melemaskan sendiku untuk tetap berdiri
Ya Allah...aku hanya bisa berdoa indahkanlah sgalanya untuku

Rabu, 16 Maret 2011

Tanya Besar dalam Benakku

Kau tahu kenapa tanya menjadi hal terbesar tentangku?

Karena jawab adalah hal terkecil dalam hidupku

Aku seperti tersesat tanpa jawaban sgala pertanyaan

Coba lihat setiap desir rasa ini yang beku dan tak terungkap

Mengalirkan aroma sesak yang mengiris hati

Meneguhkan getirnya ketidakpuasan

Aku ingin berbisik pelan ditelingamu dan katakan

”kau lah yang paling aku inginkan......”

Lalu tak perduli dengan segala jawabmu

Aku ingin berlalu begitu saja dengan kepuasan ini

Aku coba merenungi setiap jengkal kehidupan

Kususuri pelan-pelan hingga berpijak dalam arena membingungkan

Aku terdiam, lalu memutarkan pandangan pada setiap penjurunya

Mencari yang aku butuhkan untuk sekedar melihat terang

Dan kosong itu begitu luas terekam di mataku

Ahh..., aku kesepian kawan

Dalam dimensi lain

Kau seperti menari-nari dengan indahnya dibenaku

Tersenyum manis dengan gerai cantik rambutmu

Lalu kesejukkan arti cinta membumbung tinggi di kalbuku

Hingga sesak, namun aku mampu bernafas dengan lapangnya

Desir darahku terasa berbeda

Bahkan sangat berbeda, terasa tak nyaman namun menyenangkan

Aku menikmatinya sampai rasa yang tak terkira

Lalu tak sadar aku mulai tersenyum damai

hingga setiap sendi ini begitu ringan dan nyaman kurasa

biarlah seperti ini.....

aku tak ingin berhenti

mengagumi indahnya sgala tentangmu

Jumat, 10 Desember 2010

Sulit Bangun Tidur seperti di tindih, (erep-erep)? Nih Penjelasannya....

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? dont worry, anda tidak sedang diganggu makhluk halus. klo orang sunda bilang eureup eurep.

Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali,biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan “ketindihan” makhluk halus orang sebagian besar orang.

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

bersambung.. ayo baca seterusnya
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.
Kurang Tidur Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.

- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.

- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Klo orang betawi nyebutnye rep rep…

moga bermanfaat dan dapat membantu hal hal yang mencegah musyrik… bukannya ga percaya sama makhluk halus…


sumber:http://berita.disuka.com/blog/info/sulit-bangun-tidur-seperti-di-tindih-itu-bukan-di-ganggu-setan/

Senin, 01 Maret 2010

I'm Lost

Bermalam di suatu ketersesatan pikirku

Membuat jari jemari gemetar bersimbuh ketakutan

Memandang kembali...,lalu aku berpaling

Melihatnya lagi...,lalu aku kembali menutup mata

Berulang....,entah hingga kapan

Sungguh aku bosan dengan sgala.

Berlanjut pada derap langkah gamang medekati

Dia suarakan...

’Kau tak lain seorang pendusta..! Tak pantas untukmu surga!!!’

”Kau hanya pemalsu rupa kata..! Tak padan bersanding bidadari!!!’

Astagfirullah........

Ampuni hamba ya Allah...

Lindungi sgala gerak pikirku slalu bersanding dengan ridhoMu...

Biarkan Aku bermalam di jagat karuniamu...

Yang berlimpah rahmat dan hidayah-Mu.

Minggu, 28 Februari 2010

desain struktur geologi


Ni desain buat KL.,,yah iseng2 ajah lah..,lumayan buat latihan..,

Logo UGM


oke brur ni karya gue yang pertama..,yah lumayanlah sebagai pemula..,heu.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Menunggu bosan bosan menghampiriku...

Oke. Lama sepertinya menantiku
dia tak jera dekat denganku
selalu begitu sejak dulu
dan aku tak tau sampai kapan....

menulis...seperti kertas yang berbaur dengan aroma tinta takkan pernah berselisih dalam kesehariannya.
Aku...kini coba pertmukan lagi keduanya...
Bukan mereka, tapi kini jemari menari dalam alat tulis lebih canggih yang tersaji dalam kertas kaca yang menyala. Bukan kertas tepatnya, tapi hanya sebuah teknologi masa kini yang bernama monitor. Kau tahu kan? Pastinya.heu.

Kau tahu mahakarya sang Pencipta itu apa yang terindah? Alam semesta?! langit? bintang?! bulan?! ataukah surga?

sepertinya bukan mereka, karena semua itu hanya bisa kau lihat dari jauh dan menerka. walau kini kau dapat melihatnya lebih dekat, tapi tetap kau tak bisa menyentuhnya.
Karena keindahan sempurna takkan pernah terjangkau akal sadar manusia yang kini hidup dalam gelimang dosa. Berbenah sejenak pun tak sanggup kita pikirkan, hanya aromanya yang dapat kita rasa yang berwujud cinta. Kau tahu kan cinta?! Kata yang menjadi andalanmu untuk merayu wanita mungkin, atau perasaan yang tulus terhadap pujaan hati kita. Apa itu Cinta? aku tak yakin sob...,entahlah, dalam hidup ini manusia selalu berseloroh tentang cinta, bahwa setiap nyawa pasti memiliki rasa yang satu ini. Bahkan sebagian orang berasumsi cinta yang hakiki adalan cinta kepada Allah swt. Kau pernah merasakannya? cinta hakiki yang katanya menyejukan jiwa, penasaran gimana shi dapetinnya?wkwkwk. yah itu mah cinta tingkat tinggi uy..,Nya smoga ajah aku dan kau sob, bisa dapet cintanya,Amiiin.

aduh apa lagi ya....dah mentok nih.
ya udah atuh semoga kita selalu dapat bercinta dengan keindahan, keidahan karena tulus dan sucinya cinta...amin..heu. ngacapruk........bodo ah!

Sabtu, 04 April 2009

Renungan Malam

Termenung setiap detik melambung hilang
Terdampar sgala rasa ketika malam menjadi larut
Aku seperti ingin bermain dengan keterasingan malam ini
Yang terucap indah dalam dzikir malamku
Halus rasa ini mengalun dalam damai hatiku
Hingga yakinku tentang-Nya, tak terragukan lagi.
Ketahuilah wahai seniman rasa?
Kau dengarkan lagu cinta untuk agungkan setiap hatinya
Selayaknya aku tahu......
Cinta memang takkan terkorosi dari hati seorang manusia
Cinta takkan terlalu indah dalam fitrahnya
Karena cinta telah diciptakan dengan sgala keindahan-Nya.

Selasa, 31 Maret 2009

कदंग किता एर्तान्य

kadang kita bertanya kenapa hujan begitu deras turun, sederas masalah yang mengalir dalam hidup kita. Padahal dibalik hujan itu sebenarnya tuhan telah menyiapkan pelangi yang begitu indah untuk kita...

Selasa, 24 Maret 2009

Gw lagi pengen nulis…. “Mendakilah kawan!”

Gw pengen ngucapin makasih buat si someone, gelo…,lo dah nyadarin gw tentang satu hal, tentang realita kehidupan, sebagai geophysicist khususnya.
Satu hal kebodohan yang selama ini ga gw sadari adalah begitu mudah untuk sanggup menjalani hidup seperti apa kata orang…Oke gw paham kadang ada kalanya kita harus mendengarkan apa kata orang, tapi ga selamanya semua itu lo lahap bulat-bulat tanpa lo liat sekitar tentang faktanya, tentang alasan keberhasilannya. Bagus memang, kita memandang segala sesuatu itu dari positifnya, tapi lo jangan lupa, kita mesti tau negatif dari setiap situasi. Tentunya agar kita nyadar dan ’prepare’ untuk suatu hal yang ga sesuai ma harapan. Lo kan tau hidup ini pilihan kawaan...baik ataw buruk, maju atau mundur, sukses atau bangkrut, senang atau sedih, tawa atau tangis. Intinya, yang perlu lo tau hidup tuh semuanya punya resiko, tak terkecuali...dan pilihan itu adalah bagian dari hidup yang beresiko.

Lo kira jadi orang baik tuh ngga beresiko...?sama aja...semua tuh ada resikonya, bahkan semakin ideal apa yang lo pilih maka semakin besar resiko yang mesti lo hadepin. Ga salahlah pribahasa yang bilang ’semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya’. Jadi kalo ga pengen banyak resikonya, yaaa, panjat aja poon toge...cuman, lo puas ga cuman manjat poon toge. Gini sob, kalau ngomongin puas atau ngga, kita manusia ga akan pernah puas, maka dari itu ”Adversity Quation” nyatain kalau kita tuh mesti tetep mendaki ”climber”. Karena hidup ini sulit di tebak men, pa lagi diramal sama mama loren...ah kacau dah. Lagian ga asik kalau masa depan dah bisa kita ketahui. Satu hal, tak selamanya lo punya stamina buat terus mendaki...kadang kita lelah, kadang kita kalut oleh banyak masalah, bahkan terperosok dalam jurang kala lengah, terjun bebas dalam prestasi karena putus cinta. Itu dah biasa dalam kehidupan sob. Yang perlu lo lakuin saat dalam keadaan lelah, keadaan stress, keadaan patah hati, dan keadaan keadaan lainnya yang hentikan langkah lo, adalah lo istirahat dulu lah..., lo bikin tenda buat nge-camp dulu lah. Siapin air hangat buat ’relax’ bentar. Setelah semuanya terasa bugar lagi, setelah semuanya udah cerah lagi, baru lo mulai mendaki lagi. Cuman sayangnya banyak dari kita yang mendaki cuman untuk nyari tempat nyaman buat nge-camp, setelah nemu tuh tempat, ya udah lo ngecamp disitu ampe mati. Lo cuman jadi ’camper’ bukan ’climber’. Rugi kalau idup lo dah susah-susah cuman buat nyari posisi aman, trus tetap diam di posisi nyaman itu. Mungkin seperti inilah posisis gw saat ini, sedang istirahat sejenak karena lelah. Gw nge-camp dulu bentar, smoga ga jadi seorang ’camper’.

Dan satu lagi kesalahan kita yang begitu fatal adalah lo balik lagi ketika baru mulai mendaki. Kita sering ngerasa semuanya mustahil untuk didaki setelah lo liat gunungnya, setelah lo denger tentang gunungnya...padahal lo belum mendaki sama sekali. Itu namanya lo ’Quitter’, keadaan paling merugi dari sikap seorang manusia. Setelah lo mahal-mahal ongkosin nyampe kaki gunung, setelah biaya gede lo keluarin buat masuk PTN, lo bilang ’ah gw balik aja deh, kayaknya mustahil buat didaki...’. Sebenarnya penting kita tahu tentang gunung yang mau didaki, wajib kita tahu tentang dunia yang kita pilih...., tapi itu kita jadikan buat persiapan matang dan tameng dalam pertempuran hidup yang sulit di tebak ini, sebelum lo mutusin buat mendaki gunung itu, bukan setelah lo bilang siap mendaki. Satu hal lagi...statistika tidak selamanya benar kawan.

Pendakian seorang manusia dalam hidup ini, puncaknya adalah menuju ridho Allah SWT. Jadi walau lo ngejar duit di dunia ini, jadikanlah itu menjadi hal yang di ridhoi-Nya. Karena sejatinya tujuan dunia tidak ada puncaknya, karena selalu bercampur dengan nafsu manusia, nafsu yang tidak akan pernah terpuaskan. Intinya, segalanya mesti berimbang...., ga boleh berat sebelah kalau lo mau sukses,...didunia.....dan di Akhirat tentunya.

Satu hal yang gw ga setuju ma si someone adalah orientasi kesuksesan menurut dia adalah harta yang banyak, gaji yang besar dan rumah yang megah. Memang itu perlu untuk kehidupan, tapi menurut gw hal itu adalah pasti diraih apabila kita sukses, karena menurut gw sukses bukan banyak harta, bukan gaji besar atau kerja di ”slumberger”. Sukses adalah menjadi ’climber’, terus mendaki dan menjadi manusia pembelajar dari pengalaman hidup ini. Karena pengalaman adalah lebih mahal dari intan permata.

Udah ah cukup dulu deh...dah sore mandi dulu, gerah gw...heheh. piss ah ;-D.

Rabu, 11 Maret 2009

tentang apapun yg kurasa today...

ini adalah kata untuk sahabat terbaiku yg mungkin sedang dilema ,,...
dalam hidup ini mungkin setiap gelincir kerikil takkan terlalu kau rasa...hingga tertimbun menggunung bebani hidupmu daru kau sadari...


Dalam hidupku...,layaklah analogi itu,begitu pun kau. Setiap halaman yang kau buka tak luput dari keputusan yang maha bijak,keputusan yg penuh resiko...tentu dengan segala kebaikannya.
Aku setuju kita tak usah menjadi daun kering yg mengalir dengan tenang mengikuti arus air,meski air itu nampak jernih dan menyegarkan. Karna suatu saat kita pun bisa tersangkut pada aliran sungai yang tak dapat kita prediksikan. Terdiam dalam keamanan bukanlah hal terbaik, tanpa tantangan, tanpa pendakian.

tapi kita juga tak usah terlalu mengikuti media yg terlalu mempengaruhimu. Renungkanlah kawan, setiap butir putusanmu menjadi teropong masa depanmu...Aku tak pernah melarangmu,,,karna kaulah yg paling tau...

Maka lakukanlah jika itu indah bagimu, suarakanlah jika musim semi kan hampirimu...aku hanya ingin melihatmu,bersama kelimpahan anganmu yang tercipta....
kau akan dapat yang terbaik kawan....Don't Give up!!!meski jauh aku masih bersamamu...

tentang apapun yg kurasa today...

Sabtu, 06 Desember 2008

Foto-Foto Field Trip Geologi Dasar (Lanjutan)


Kenampakan bidang perlapisan pada tubuh batugamping di lokasi G. Kampak, Bayat Klaten yang menandakan tempat ini dahulu kala merupakan daerah laut dangkal, tempat terendapkannya batugamping berlapis dan terumbu.

Kenampakan jurang menggantung di lokasi G. Kampak, Bayat Klaten akibat penambangan oleh warga sekitar. Bentang alam seperti ini rawan terjadi longsor sehingga dapat membahayakan para penambang tersebut.

Kenampakan Geomorfologi dan praktikan yang keren...(hahaha...)

Kenampakan efek bakar pada tubuh batulempung yang terkena intrusi batuan beku diorit dengan tipe intrusi berupa sill.

Kenampakan batuan beku diorit yang mengalami pelapukan membola.

 Singkapan batuan metamorf berupa marmer di Bayat Klaten. Marmer terbentuk dari proses metamorfisme pada batuan induk batugamping (karbonat).

 Singkapan batuan metamorf berupa kuarsit di Bayat Klaten. Kuarsit terbentuk dari proses metamorfisme pada batuan induk batupasir kuarsa.

Singkapan batuan metamorf berupa filit-sekis di Bayat Klaten. Filit-sekis ini terbentuk dari proses metamorfisme pada batuan induk batulempung.

Biar lebih jelasnya berikut saya cantumkan gan link downloadan laporan fieldtrip geologi dasarnya.
Chekibrot....! semoga bermanfaat... ^_^

http://www.4shared.com/office/I-EI65LT/laporan_fieltrip_geologi_dasar.html